Hindari 5 Kesalahan Fatal ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja

Infokerjambi.blog
3 min readJan 26, 2022

--

Teruntuk para lulusan baru di tahun 2022, ini waktunya untuk mulai mencari dan melamar kerja. Di masa new normal sekarang ini, sudah banyak perusahaan yang kembali membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi slot kosong karyawan.

Selain mempersiapkan keahlian dan keterampilan kerja, ada hal lain juga yang penting tapi masih sering dilupakan para pencari kerja, yakni etika mengirim email lamaran.

Hal ini jadi penting karena HRD langsung bisa menilai dari email yang diterima lho. Kalau cara mengirim email lamaran aja belum baik bagaimana HRD mau membuka CV kamu?

Jadi pastikan kamu nggak melakukan kesalahan kecil namun fatal seperti di berikut ini ya.

Gmail ilustrasi — infokerjambi

Menggunakan alamat email yang nggak profesional

Banyak juga nih yang masih menyepelekan email yang digunakan ketika mengirim lamaran kerja. Jangan menggunakan alamat email yang “alay” ya, kalau masih ada yang menggunakannya segera ganti dengan nama asli kamu. HRD akan mengabaikan emailmu jika menggunakan nama yang nggak profesional.

Lupa mencantumkan subject

Nggak ketinggalan tulis subject secara jelas mulai dari posisi kerja yang dituju sampai nama lengkapmu.

Jika kamu menulis subject, akan mempermudah HRD ketika menyeleksi lamaran yang masuk. Karena kemungkinan pada saat bersamaan, perusahaan juga membuka lowongan kerja untuk posisi berbeda.

Formantanya bisa seperti ini, Lamaran Kerja, jenis pekerjaan, posisi dan nama lengkap. Contohnya, Lamaran Kerja Full Time Front Office — Topan Setiawan.

Tidak menambahkan body email & cover letter

Jangan sekali-kali mengirim email tanpa body email, atau melampirkan dokumen aja. Beri pesan singkat mulai dari salam pembuka untuk HRD perusahaan, perkenalan diri, sumber lowongan kerja, posisi yang dituju, pendidikan dan keahlian yang relevan, sampai salam penutup. Contohnya seperti ini.

Dear HRD PT Sinar Maju

Perkenalkan nama saya Topan Setiawan, sehubungan dengan lamaran kerja yang saya lihat di media sosial Instagram pada Rabu (06/10/2020) saya berniat untuk melamar di perusahaan Bapak/Ibu untuk posisi Full Time Front Office. Saya lulusan S1 Pariwisata di Universitas Jayabaya. Saya sangat ahli dalam berkomunikasi dan presentasi, juga menguasai 2 bahasa asing yakni Inggris dan Mandarin. Berikut saya lampirkan cover letter, surat lamaran, cv dan fotokopi identitas sebagai syarat. Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.

Best regards

Topan Setiawan

Untuk cover letter, kamu bisa mempromosikan diri kamu secara singkat. Isi cover letter dengan pengalaman kerja, kesesuaian jurusan, pengalaman kerja yang relevan, pelatihan dan sertifikasi yang pernah diikuti atau penghargaan. Jika cover letter kamu sesuai dengan jobdesk yang diberikan untuk posisi yang kamu lamar, HR kemungkinan besar akan melihat lebih lengkap CV kamu. Jadi pembuatan cover letter ini penting sebagai impresi awal.

Ukuran dokumen yang terlalu besar

Dokumen yang terlalu besar akan menyulitkan perekrut ketika membuka berkas lamaran kamu. Perekrut akan lebih menyukai dokumen yang dikemas dalam format PDF, ketimbang dalam bentuk Word yang masih bisa diedit.

Jadi convert file Word-mu menjadi PDF dulu ya sebelum dikirim. Kemudian kumpulkan semua dokumen dalam bentuk zip/rar, karena akan lebih rapi dan ukurannya lebih kecil.

Terlalu banyak mengirim email lamaran

Dan yang nggak kalah penting, jangan mengirim email lamaran kerja terlalu banyak dalam waktu berdekatan. Nggak jarang perusahaan mengabarimu dalam waktu yang lama, kemungkinan besar kamu akan lupa.

Saat perusahaan mengabari lewat telepon, kamu akan kesulitan mencari informasi perusahaan. Jadi kalau bisa, catat semua perusahaan yang pernah kamu kirimkan lamaran.

Hal ini juga dimaksudkan agar kita tahu perusahaan mana yang sudah pernah kita masukkan lamaran atau gagal, jadi nggak mengirim lamaran dua kali di perusahaan yang sama.

Yuk follow akun instagram infokerjambi, untuk dapatkan informasi seputar kerja

--

--